BREAKING

Selasa, 15 November 2016

Seruni Mengutuk Aksi Pelemparan BOM Samarinda Yang Barbar dan Tidak Pandang Bulu Yang Mengorbankan Perempuan Dan Anak-Anak Serta Rakyat Yang Tidak Bersalah

Hari Minggu tanggal 13 November 2016, pukul 10.00, sebuah bom Molotov dilemparkan oleh orang yang tidak dikenal terhadap Gereja Oikoumene di Samarinda. Bom meledak dan membakar pelataran dan tempat parkir tepat pada saat jemaat sedang keluar dari Gereja dan anak-anak sedang asyik bermain. Satu bayi berumur di bawah lima tahun (BALITA) meninggal dunia dan 4 BALITA lainnya mengalami luka bakar serius. Intan Olivia Banjarnaho berumur 2,5 tahun, meregang nyawa setelah tubuh mungilnya mengalami lukar bakar 60%; Triniti Hutahaya berumur 3 tahun masih kritis dengan luka bakar parah 60%; Anita Kristobel Sihotang berumur 2 tahun dan Alvaro Aurelius Tristan berumur 4 tahun juga mengalami luka bakar. Pelaku yang ditangkap bernama Juhanda sebagaimana rilis Kepolisian Negara (POLRI) adalah pelaku Bom Buku pada tahun 2011 dan bebas dengan potongan masa tahanan (remisi) pada tahun 2014.       

Apa pun motifnya, siapapun pelaku termasuk dalang dibalik semua peristiwa ini, kejadian sangat barbar, kejam tidak pandang bulu ini harus diadili dan dihukum seberat-beratnya. 1 BALITA meninggal dunia dan 4 BALITA mengalami lukar parah, penderitaan ibu dan keluarga besarnya, teror atas kebebasan beragama dan ketakutan seluruh rakyat bukan peristiwa kriminal biasa. Ini adalah bencana kemanusiaan nasional, nyawa meskipun satu dan lebih-lebih anak-anak yang harus meninggal dengan cara seperti itu tidak boleh dibiarkan layaknya peristiwa biasa dan dibiasakan.

Peristiwa ini menunjukan untuk kesekian kalinya, negara gagal memberikan perlindungan pada rakyat khususnya anak-anak. Hal ini menambah daftar panjang krisis kronis anak-anak dan perempuan serta rakyat umumnya yang telah hidup dalam penderitaan karena hak-hak dasarnya yang tidak dipenuhi oleh negara seperti pendidikan anak, kesehatan, dan kebebasan bermain dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan tekanan. Justru karena berbagai ketidak mampuan negara dan penderitaan panjang yang diderita bangsa dan rakyat Indonesia, secara langsung maupun tidak langsung negara telah menjadi akar kelahiran kekerasan barbar yang tidak pandang bulu. 

Seruni, sebagai serikat perempuan nasional, yang berjuang memajukan dan membela kepentingan dan hak peremuan dan anak-anak utamanya perempuan dan anak-anak miskin di perkotaan dan pedesaan menuntut :

1. Berikan pelayanan kesehatan terbaik dan cuma-Cuma bagi anak-anak yang masih terbaring di rumah sakit maupun di rumahnya, serta mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan serta memberikan jaminan hidup bagi keluarganya yang tidak bisa bekerja karena kejadian ini.

2. Ganti seluruh biaya perawatan dan penguburan kepada keluarga Intan Olivia Banjarnaho, beri jaminan hidup dan perawatan psikologis (trauma healing) bagi ibunya juga bapaknya yang mengalami penderitaan. Hal yang sama diberikan pada ibu korban lainnya.

3. Tangkap, Adili dan Hukum seberat-beratnya pelaku dan dalang dibalik Bom Molotov tersebut. Kepolisian harus memberikan keterangan seterang-terangnya pada rakyat.

4. Negara harus memberikan perlindungan bagi rakyat tanpa pandang bulu, menjamin kebebasan beragama dan menjalankan peribadatan.

5. Negara harus menuntaskan krisis ekonomi, politik dan kebudayaan secara sungguh-sungguh sebagai akar sesungguhnya dari berbagai tindakan kekerasan yang mengemuka di desa dan kota serta menjadikan rakyat yang telah menderita dalam waktu yang lama sebagai korban.

Menyerukan kepada seluruh kaum perempuan dan rakyat agar memberikan solidaritas dan sokongan penuh pada keluarga korban dan bersama-sama berjuang menyelesaikan soal perempuan, anak dan rakyat yang sangat kronis di negeri ini.   

Hidup Perempuan!
Hidup Rakyat!

sumber gambar: surabaya.tribunnews.com

About ""

SERUNI atau Serikat Perempuan Indonesia adalah organisasi perempuan yang memiliki cita-cita kesetaraan gender dan kehidupan lebih baik bagi perempuan Indonesia.

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 SERUNI
Design by FBTemplates | BTT